hi,


SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI MAHASISWA HUBUNGAN INTERNASIONAL Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang

Rabu, 24 Juli 2013

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dalam Islam


Kerangka pemikiran Islam merupakan pandangan yang komprehensif tentang kehidupan dan alam semesta. Seorang Muslim yang daripadanya yang diperlukan untuk memperoleh baik agama dan pengetahuan duniawi, bahkan, Islam menganjurkan pengetahuan pada saat seluruh dunia sedang dilanda kebodohan. Dalam hitungan tahun generasi awal umat Islam menjadi orang terpelajar dan halus, untuk Islam terbangun di dalamnya fakultas intelek. Orang-orang Muslim awal memahami dari ajaran agama mereka bahwa pengetahuan yang berguna diperlukan untuk kepentingan diri dan kemanusiaan. Oleh karena itu, mereka mengejarnya sedemikian rupa bahwa mereka melampaui negara-negara lain dalam pengembangan dan produktivitas dan membawa obor peradaban selama berabad-abad.

Sejarah Islam penuh dengan contoh-contoh kecerdikan ilmiah dan budaya. Muslim mewarisi pengetahuan tentang negara yang datang sebelum mereka, mengembangkannya dan menempatkannya dalam konteks kerangka moral yang tepat. Pendidikan Muslim membuat kontribusi penting untuk pengayaan dan kemajuan peradaban manusia.

Sementara Eropa masih dalam abad kegelapan, kaum Muslim sedang membuat kemajuan besar dalam bidang kedokteran, matematika, fisika, astronomi, geografi, arsitektur, sastra, dan sejarah dokumentasi untuk menyebutkan tapi beberapa. Banyak prosedur baru yang penting ditransmisikan ke Eropa abad pertengahan dari wilayah muslim, seperti angka Arab dengan prinsip nol penting untuk kemajuan matematika dan penggunaan aljabar. Instrumen canggih, termasuk astrolabe dan kuadran, serta peta navigasi yang baik, pertama kali dikembangkan oleh umat Islam. Hanya setelah orang kehilangan pandangan keyakinan agama mereka dan kewajiban melakukan prestasi ilmiah dari gencatan dunia Muslim dan jatuh ke dalam ketidakjelasan.

Demikian pula, Islam tidak sekarang menentang penemuan modern yang bermanfaat bagi umat manusia. Cukuplah bahwa mereka digunakan dalam nama Allah dan untuk tujuan-Nya. Pada kenyataannya, mesin, instrumen dan perangkat tidak memiliki agama atau tanah air. Mereka dapat digunakan untuk tujuan baik atau buruk, dan cara mereka digunakan dapat mempengaruhi banyak penduduk bumi. Bahkan sesuatu yang sederhana begitu sederhana seperti kaca dapat diisi baik dengan minuman bergizi atau dengan racun. Televisi dapat memberikan pendidikan atau imoralitas. Terserah kepada pengguna untuk memutuskan, dan seorang muslim diperintahkan untuk membuat baik penggunaan semua sarana yang dimilikinya saat sedang dilarang menyebabkan kerugian bagi dirinya maupun orang lain. Kegagalan untuk menggunakan cara yang benar terhadap manfaat adalah, pada dasarnya, depresiasi ajaran Islam.

Sebuah pemerintahan yang benar-benar Islam diperlukan untuk yang terbaik dari kemampuannya untuk menyediakan semua sarana yang mempromosikan pendidikan yang memadai bagi warganya. Pendidikan adalah hak bagi semua individu dan individu cerdas dan terampil dalam masyarakat Islam diwajibkan untuk mendidik diri mereka sendiri tidak hanya dalam dasar-dasar agama mereka tetapi dalam urusan duniawi diperlukan. Selanjutnya, diwajibkan atas memenuhi syarat orang untuk mempelajari setiap bidang pengetahuan yang bermanfaat. Sebagai contoh, karena pernah masyarakat membutuhkan dokter, itu menjadi wajib bagi sebagian orang untuk masuk ke bidang kedokteran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar