hi,


SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI MAHASISWA HUBUNGAN INTERNASIONAL Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang

Jumat, 10 Januari 2014



Lubang Sumur tak Sedalam Lubang Politik

Ketua KPK Abraham Samad pernah mengungkapkan deretan proyek selain Hambalang yang diduga melibatkan Anas. Anas ditahan setelah hampir setahun ditetapkan KPK sebagai tersangka. Lembaga anti korupsi itu menetapkan Anas sebagai tersangka sejak Februari 2013. Saat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Anas diduga menerima pemberian hadiah atau janji terkait proyek hambalang dan proyek-proyek lain. Hingga saat ini, KPK belum menjelaskan secara resmi proyek selain Hambalang yang diduga dikorupsi Anas.

Mendengar kata politik, sering kali kita muak dengan, terlebih dengan kondisi politik yang ada di Indonesia saat ini. Dunia politik penuh dengan intrik, kadang asik kadang tercekik. Tidak ada teman sejati yang ada cuma kepentingan sejati. Ada semacam tujuan yang menjadi titik akhir dalam sebuah politik. 

Inilah jika salah – salah berjalan di dunia politik, bukan hasil baik malahan jungkir balik. Dunia politik saat ini memang di gandrungi banyak orang, namun tidak sedikit pula yang terkurung dalam jeruji. Salah berfikir dan sesat dalam dunia politik akan lebih mudah untuk dimanfaatkan dalam provokasi. 

Meski yang bermain sesungguhnya calon dan partai politik, dampak persaingan atau pertikaian tersebut memengaruhi sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Politik  tidak akan gaduh dan kisruh asalkan semua institusi negara dan partai politik menjalankan fungsinya dengan baik. Begitu juga dengan perjalanan politik yang baik tidak akan mengalami polemik publik.


Kamis, 09 Januari 2014

Politik dan Hukum



Hubungan antara politik dan hukum sebagai sub sistem kemasyarakatan disebut-sebut hukum sebagai produk politik. Dari pendekatan hal itu merupakan suatu aksi yang tak dapat diitawar lagi. Tepai ada juga yang lebih percaya dengan semacam mitos bahwa politiklah yang harus tunduk pada aturan hukum. Inipun, sebagai dasar yang tak dapat disalahkan begitu saja. Bahwa hukum adalah produk politik sehingga keadaan politik tertentu akan melahirakan hukum dengan karakter tertentu pula.

Kaitan antara kekuasaan, para aktor syarat kepentingan pribadi, kelompok atau sebuah tradisi yang sangat kental dan kesempatan yang tercipta maupun sengaja diciptakan, menjadikan politik hukum pemberantasan korupsi di Indonesia menjadi sangat rumit dan jauh dari sederhana. Kepentingan publik dan suara rakyat dengan mudahnya diabaikan dalam pengambilan kebijakan yang menyangkut kepentingan mereka. Suara publik menjadi tak berarti.

Apalah arti seseorang tanpa kekuasaan. Kekuasaanlah yang mengakomodir segala tindak tanduk busuk para pelaku korupsi.  Tidak heran korupsi identik dengan orang-orang yang berkuasa di zamannya. Penyalahgunaan wewenang dan benturan kepentingan rentan sekali terjadi, apalagi bila kekuasaan mutlak dalam genggaman, korupsi sudah dipastikan menjadi karakteristik sebuah rezim yang memiliki kekuasaan absolut tersebut.

Disinilah peran dari Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) yang menjadi andil dalam membasmi tikus – tikus negara yang merugikan keuangan negara bermilyaran bahkan trilyunan, tidak di pungkiri kalau masih ada yang tertangkap basah tetapi masih mengelak, bahkan mereka para terduka korupsi mempunyai 1000 alasan untuk mengelak dari permasalahan politik dan hukum yang dituduhkan.

Rabu, 08 Januari 2014



Korea Utara dan China ancaman terbesar Asia

Meskipun semua kita tidak menghendakinya, dilain pihak para penguasa yang haus dengan kekuasaan terhadap kawasan regional dan global telah menciptakan benih-benih terjadinya PD-3 dalam waktu dekat ini. Banyak sudah prediksi atau ekspektasi saat terjadinya PD-3 (peristiwa yang lebih mengerikan dari PD-1 dan PD-2) yang pada umumnya diprediksi akan terjadi. Ekspektasi tersebut bukan tanpa alasan sebab dapat dibuktikan secara logis berdasarkan perkembangan situasi politik, militer dan pengaruh ekonomi Global yang terjadi saat ini.
                                              
China telah memberikan signal pada AS bahwa mereka memiliki hubungan dengan Suriah dari era Hafiz al Assad. China berpendapat, Suriah adalah terminal dagang penting. Tentu China tidak akan melepas hancurnya Suriah begitu saja karena China melihat pemerintah Suriah yang baru nanti adalah berhaluan ke Barat. Sedangkan Korea Utara jelas beraliansi dengan Suriah. AS cepat atau lambat pasti akan menyerang Korea Utara.
Menurut data yang beredar menyebutkan, China sebagai ancaman terbesar bagi para sekutu AS di Asia, lalu diikuti oleh Korea Utara. Merurut Amerika kedua negara komunis tersebut saling beraliansi, meskipun pada Maret lalu China menandatangani perjanjian di PBB soal Korea Utara. Ada China, kemungkinan besar Amerika tidak akan berani menyerang Korea Utara. Sebab, kekuatan China melebihi kekuatan-kekuatan militer yang ada di banyak negara. 

Selasa, 07 Januari 2014

Polemik Iran – Amerika

Hubungan antara kedua negara dimulai pada abad kesembilan belas pertengahan ke-akhir. Awalnya, Iran sangat waspada terhadap kepentingan kolonial Inggris dan Rusia selama permainan besar, Amerika Serikat dipandang sebagai kekuatan Barat lebih dapat dipercaya, dan Amerika Arthur Millspaugh dan Morgan Shuster bahkan ditunjuk bendahara - umum oleh Shahs waktu. Selama Perang Dunia II, Iran diserang oleh Inggris dan Uni Soviet, kedua sekutu AS, namun hubungan terus menjadi positif setelah perang sampai tahun-tahun terakhir pemerintahan Mohammad Mossadeq, yang digulingkan oleh kudeta yang diselenggarakan oleh MI6 dan dibantu oleh Central Intelligence Agency. Hal ini diikuti oleh era aliansi antara rezim Shah Mohammad Reza Pahlavi dan pemerintah AS, yang pada gilirannya diikuti oleh pembalikan dramatis dan permusuhan antara kedua negara setelah tahun 1979 Revolusi Iran .

Pendapat berbeda atas apa yang telah menyebabkan puluhan tahun hubungan buruk. Penjelasan Iran termasuk segala sesuatu dari konflik alami dan tidak dapat dihindari antara Revolusi Islam di satu sisi, dan dirasakan arogansi Amerika dan keinginan untuk hegemoni global di sisi lain. Penjelasan lain termasuk kebutuhan pemerintah Iran eksternal untuk memberikan alasan represi dalam negeri terhadap pasukan pro - demokrasi dan untuk mengikat pemerintah untuk konstituen setianya. Melalui bandara khusus, secara diam - diam ternyata pemerintah Iran - Amerika bekerjasama dalam bidang ekomomi
. Sejak tahun 1995, Amerika Serikat telah memiliki embargo perdagangan dengan Iran. Namun, baru akhir tahun 2013 lalu diplomat dari Iran berkunjung ke Amerika secara terbuka.

Seolah mengingatkan bahwa mengikuti kemauan kubu arogansi sama sekali tidak menguntungkan negara dan bangsa manapun, Sepak terjang AS yang arogan bukan hanya melahirkan ketidak percayaan dan kebencian, pengalaman yang ada bahkan membuktikan bahwa bangsa dan pemerintahan manapun yang percaya kepada AS akan dirugikan, walaupun mereka bersahabat dengan AS.


Sebagai buktinya, pada dekade pertama awal revolusi ketika banyak fasilitas materi seperti uang, senjata, pengalaman, koordinasi dan pasukan militer yang mumpuni, musuh Timur dan Barat tidak mampu menundukkan bangsa Iran walaupun telah mengerahkan segenap kemampuannya lewat tangan rezim Baath Irak. Sementara, saat ini, kondisi bangsa Iran dan lawan-lawannya sudah jauh berbeda. Sekarang Iran sudah meraih banyak kemajuan di berbagai bidang sains, teknologi, persenjataan dan wibawa internasional ditambah dengan keberadaan jutaan tenaga muda yang handal di negara ini. Sedangkan di kubu musuh, AS dan sekutu-sekutunya dilanda berbagai kesulitan politik dan ekonomi serta friksi di antara mereka sendiri.