hi,


SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI MAHASISWA HUBUNGAN INTERNASIONAL Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang

Selasa, 07 Januari 2014

Polemik Iran – Amerika

Hubungan antara kedua negara dimulai pada abad kesembilan belas pertengahan ke-akhir. Awalnya, Iran sangat waspada terhadap kepentingan kolonial Inggris dan Rusia selama permainan besar, Amerika Serikat dipandang sebagai kekuatan Barat lebih dapat dipercaya, dan Amerika Arthur Millspaugh dan Morgan Shuster bahkan ditunjuk bendahara - umum oleh Shahs waktu. Selama Perang Dunia II, Iran diserang oleh Inggris dan Uni Soviet, kedua sekutu AS, namun hubungan terus menjadi positif setelah perang sampai tahun-tahun terakhir pemerintahan Mohammad Mossadeq, yang digulingkan oleh kudeta yang diselenggarakan oleh MI6 dan dibantu oleh Central Intelligence Agency. Hal ini diikuti oleh era aliansi antara rezim Shah Mohammad Reza Pahlavi dan pemerintah AS, yang pada gilirannya diikuti oleh pembalikan dramatis dan permusuhan antara kedua negara setelah tahun 1979 Revolusi Iran .

Pendapat berbeda atas apa yang telah menyebabkan puluhan tahun hubungan buruk. Penjelasan Iran termasuk segala sesuatu dari konflik alami dan tidak dapat dihindari antara Revolusi Islam di satu sisi, dan dirasakan arogansi Amerika dan keinginan untuk hegemoni global di sisi lain. Penjelasan lain termasuk kebutuhan pemerintah Iran eksternal untuk memberikan alasan represi dalam negeri terhadap pasukan pro - demokrasi dan untuk mengikat pemerintah untuk konstituen setianya. Melalui bandara khusus, secara diam - diam ternyata pemerintah Iran - Amerika bekerjasama dalam bidang ekomomi
. Sejak tahun 1995, Amerika Serikat telah memiliki embargo perdagangan dengan Iran. Namun, baru akhir tahun 2013 lalu diplomat dari Iran berkunjung ke Amerika secara terbuka.

Seolah mengingatkan bahwa mengikuti kemauan kubu arogansi sama sekali tidak menguntungkan negara dan bangsa manapun, Sepak terjang AS yang arogan bukan hanya melahirkan ketidak percayaan dan kebencian, pengalaman yang ada bahkan membuktikan bahwa bangsa dan pemerintahan manapun yang percaya kepada AS akan dirugikan, walaupun mereka bersahabat dengan AS.


Sebagai buktinya, pada dekade pertama awal revolusi ketika banyak fasilitas materi seperti uang, senjata, pengalaman, koordinasi dan pasukan militer yang mumpuni, musuh Timur dan Barat tidak mampu menundukkan bangsa Iran walaupun telah mengerahkan segenap kemampuannya lewat tangan rezim Baath Irak. Sementara, saat ini, kondisi bangsa Iran dan lawan-lawannya sudah jauh berbeda. Sekarang Iran sudah meraih banyak kemajuan di berbagai bidang sains, teknologi, persenjataan dan wibawa internasional ditambah dengan keberadaan jutaan tenaga muda yang handal di negara ini. Sedangkan di kubu musuh, AS dan sekutu-sekutunya dilanda berbagai kesulitan politik dan ekonomi serta friksi di antara mereka sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar