hi,


SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI MAHASISWA HUBUNGAN INTERNASIONAL Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang

Senin, 06 Januari 2014


Politisasi dibalik Elpiji

Kenaikan harga Elpiji 12 kilogram tanpa sepengetahuan pemerintah punya makna lain. Bisa jadi semakin lemahnya pengawasan dan berkurangnya wibawa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dihadapan para bawahannya. Karena masyarakat beranggapan di masa akhir jabatan pemerintahan SBY, SBY akan membiarkan harga Elpiji melonjak seperti yang diberitakan. Meski Pertamina mempunyai kewenangan menaikkan harga Elpiji dan sector migas lainnya, namun pemerintah tetap harus bertanggung jawab terhadap segala kebijakan yang terjadi.

Di dalam berita yang bersinyalir akhir - akhir ini, Dahlan menjelaskan kalau kenaikkan harga gas Elpiji sebenarnya sudah dirapatkan sejak 2009 dan pertamina sudah mengalami kerugian besar sekali. Maka dari itu Dahlan dan pihaknya akan berkonsultasi dengan BPK sesuai arahan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Hatta Rajasa juga menyalahkan Dahlan terkait kenaikkan harga gas Elpiji 12 kilogram, karena Dahlan selaku Pemerintah yang memiliki saham mayoritas tersebut. Karena kebijakan tersebut diputuskan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) antara Pertamina dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dan sesuai hasil rapat akhir, kenaikkan harga Elpiji hanya Rp. 1000.

Hal ini juga mengundang berita, kalau nama Dahlan Iskan buruk maka bisa menurunkan Citranya sebagai bakal calon Presiden dari Partai Demokrat, posisi seperti ini yang membuat Dahlan rentan terkena serangan Politik dari kandidat capres lainnya, dan akan lebih menaikkan nama pamor calon Presiden yang lain. Dari sumber http://suaramasa.com, Dahlan bahkan membangun kantong-kantong politik yang jumlahnya ratusan diberbagai daerah, gerakan Dahlan dianggap sukses besar tapi menjadi ancaman di internal SBY, apalagi banyak nama orang-orang Jawa Pos tiba-tiba jadi orang penting di BUMN-BUMN dan ada juga yang jadi broker jabatan disana. Bagi Istana Dahlan melangkah offside, ia mengutak utik Petral dan ini menimbulkan kemarahan besar di kalangan internal SBY, Dahlan tiba-tiba dijauhi Istana.

Minggu, 05 Januari 2014

Menjelang Pemilihan Umum “Dukun Politik” Laris


Mereka yang datang ke paranormal bukan orang-orang yang tidak mempunyai agama, mereka semuanya beragama jika dilihat dari KTPnya. Apakah mereka tahu perbuatan mendatangi dukun dan paranormal itu melanggar agama? Kemungkinan besar mereka tahu. Namun jika hati sudah diselimuti nafsu untuk berkuasa maka akal sehat sudah tak bekerja, maka segala perbuatan dan menghalalkan segala cara pun dilakukan. Yang penting tujuan menjadi anggota dewan akan tercapai. Segala perbuatan yang diawali dengan ketidak benaran, maka bisa dipastikan hasilnya juga akan tidak benar. 

Tidak dipungkiri banyak sekali profesi dukun atau paranormal di negeri ini, hampir di setiap kampung dan penjuru desa ada dukun yang semuanya mengaku sakti. Perdukunan, ilmu gaib, santet dan sejenisnya merupakan budaya yang mengakar di negeri ini. Kepercayaan animisme dan dinamisme adalah kepercayaan yang pertama kali dianut oleh penduduk asli wilayah nusantara. Malahan menjelang Pemilu 2014 sudah banyak dukun politik memasang iklan politik melalui panflet dan media online /internet. Tampaknya dukun politik yang non ilmiah tidak mau kalah dengan lembaga survei ilmiah dalam bersaing untuk menggaet pelanggan. Semua bertujuan sama untuk membantu peminta jasa agar tercapai yang dicita-citakan dengan cara yang berbeda.

Mengapa para kandidat legislator, kandidat kepala daerah, kandidat kades, mungkin juga kandidat presiden yang umumnya sudah berpendidikan tinggi dan menganut agama masih juga lari minta bantu kepada dukun politik? Sejumlah alasan dapat dikemukakan sebagai berikut:
Pertama, dapat diduga kemungkinan besar yang bersangkutan tidak percaya diri akan kapasitasnya baik dari segi intelektualitas, wawasan, kepopuleran atau ketenaran, pendanaan dan modal-modal sosial lainnya seperti kedekatan dengan masyarakat, jaringan sosial dan sebagainya. Untuk membayar kekurangan-kekurangan tersebut, maka yang dianggap praktis dan mungkin juga lebih murah dan diyakini akan sukses adalah dengan melalui operasi senyap minta jasa dukun politik. Kedua, dari segi kualitas keimanan dalam beragama, yang bersangkutan mungkin masih rendah keimanannya sehingga masih dapat terkontaminasi oleh perbuatan syirik. Ketiga, mereka yang lari ke dukun politik berdalih untuk mencari keseimbangan usaha antara usaha lahiriah (ilmiah) dan usaha batiniah dengan melalui dukun politik.

Dukun politik sudah menjadi fenomena baru dalam meraih kekuasan politik dan ternyata praktek perdukunan politik semakin marak dalam masyarakat. Karena permintaan masyarakat akan jasa dukun politik semakin banyak, maka wajar jika dukun-dukun politik baru pun bermunculan. Oleh karena itu, patut ada kajian lebih mendalam  baik secara sosial budaya dan agama/keyakinan bagaimana seluk beluk para dukun politik  menjalani ritual dengan pelanggannya dan sebagainya.

Sabtu, 04 Januari 2014



Citra Perempuan Buruk dalam Pusaran Politik 


Kiprah kaum perempuan dalam pembangunan bangsa dan negara sangatlah diperlukan. Sumbangan perempuan dari berbagai aspek kehidupan seperti ekonomi, sosial dan politik di kebanyakan negara-negara di dunia begitu dominan sekali. Ada beberapa peran strategis yang dapat dijalankan kaum perempuan diantaranya. Pertama, peran untuk ambil bagian dalam proses politik, khususnya proses pengambilan keputusan politik yang dapat berimplikasi pada kehidupan publik. Kedua, peran untuk ambil bagian dalam merancang suatu model baru pembangunan, yang digerakkan oleh suatu tata kelola pemerintahan yang baik dan adil gender. Ketiga, peran untuk ambil bagian dalam proses sosial-ekonomi dan produksi, serta proses kemasyarakatan yang luas. Kaum perempuan dapat menjadi penggerak kebangkitan perekonomian nasional yang lebih berkarakter, yakni perekonomian yang berbasis produksi, bukan konsumsi.

Tak berlebihan, jika peran ganda itu membuat perempuan dihadapkan pada dua pilihan yang sulit. Ia tidak saja harus bisa membagi waktu, tetapi juga dapat menyelaraskan dua ranah itu pada porsi yang seimbang. Tetapi untuk bisa menjaga keselarasan itu bukanlah sesuatu yang gampang, tak sedikit kaum hawa yang bisa melejit dan meraih kesuksesan di dunia politik dan bisa tenar dari kiprah yang dia pejuangkan.

Namun, di tengah masalah bangsa yang begitu komplek di akhir tahun 2013 menjadi tahun yang penuh dengan sosok perempuan di balik jeruji. Beberapa nama terkenal dari kalangan politisi, pengusaha, mantan pejabat silih berganti masuk ke balik jeruji. Perempuan dari dunia politik yang tersangkut kasus korupsi seperti Nunun Nurbaeti, Angelina Sondak dan yang terakhir ialah Ratu Atut. Keterlibatan perempuan dalam berbagai kasus korupsi menyita perhatian publik di tahun 2012 dan 2013. Bukan semata karena magnitude korupsi yang besar tetapi juga peran sentral perempuan dalam kasus tersebut. Sosok mereka sebagai panutan di masyarakat dikhawatirkan memberikan contoh buruk bagi perempuan lainnya. Melihat fakta-fakta yang ada mengenai permasalahan perempuan saat ini, dapat dikatakan belum mampu menjawab berbagai penyelesaian permasalahan yang ada.

Sebuah kekhawatiran besar kemudian muncul mengingat mereka adalah elemen penting dari pendidikan anak dalam keluarga. Kekhawatiran dilandasi pada proses internalisasi budaya korupsi yang mungkin sudah diawali dari lingkungan keluarga. Bahkan dari pantauan terhadap perbincangan tentang Megawati, yang paling dominan tak pernah mengulas kebaikan kepemimpinan ataupun karakternya. Yang bermunculan di akun nonmedia justru berbagai guyonan yang mencatut nama mantan presiden kelima RI itu. Satu dari sedikit tokoh perempuan dalam politik yang menancap di memori publik adalah Sri Mulyani Indrawati, yang saat ini menjabat Direktur Pelaksana Bank Dunia. Walaupun tidak aktif di ranah politik nasional saat ini dan sempat diperiksa KPK, Sri Mulyani masih diingat publik sebagai sosok perempuan yang cerdas luar biasa.

Berbeda halnya dengan politisi pria. Sebagai contoh, Jokowi, Jusuf Kalla, atau Mahfud M. D., memiliki citra kuat yang sangat mudah terpantau dalam perbincangan-perbincangan di Twitter. Tokoh-tokoh ini cenderung diingat publik sebagai sosok yang mempunyai karakter, berpeluang membawa perubahan, dan tak jarang terpantau diidam-idamkan menjadi pemimpin Indonesia.

Rabu, 24 Juli 2013

Sang Surya


Perkembangan Teknologi masa Kini


Produk baru, proses dan jasa diciptakan melalui inovasi. Anglo American memfokuskan penelitiannya pada peningkatan kinerja proses yang ada, mengembangkan proses kompetitif baru dan mendukung organisasi yang lebih luas melalui mineralogi spesialis dan layanan analisis.
Hal ini memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan keuntungan dari praktek terbaik bersama, serta dari perkembangan teknologi yang sedang berkembang. Ini baru, teknologi sering khusus yang dapat digunakan dalam aplikasi bisnis utama untuk meningkatkan keselamatan, mengurangi energi, meningkatkan efisiensi penggunaan air, biaya produksi keseluruhan yang lebih rendah, meningkatkan kualitas produk atau meningkatkan kemampuan perusahaan untuk memulihkan nilai dari aktivitasnya.
Sebagai organisasi berkembang, mereka terus-menerus mencari cara-cara baru dalam melakukan sesuatu dan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam cara yang lebih baik. Ada banyak sumber yang berbeda dari ide untuk produk dan proses baru.

FACULTY OF SOCIAL & POLITICAL SCIENCES (FISIP) University of Muhammadiyah Malang


BannerFaculty of Social and Political Sciences University of Muhammadiyah Malang which was originally named the Faculty of Social Welfare was established on July 11, 1968 as an afilial of the Faculty of Social Welfare, University of Muhammadiyah Jakarta. Two years later (1970) it was transformed into the Faculty of Social Sciences (FIS), and at once began to detach from the University of Muhammadiyah Jakarta. At that time, the FIS had just developed one department that was Department of Social Welfare with a registered status based on the Decree of the Minister of Education and Culture No.: 022/A/I/1975 dated April 16, 1975. The campus located on Jl. Bandung No. 1 Malang. Now all the lectures held on the campus of UMM III, Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang.
 Currently FISIP UMM has five courses namely; Social Welfare, Communication Studies, Governmental Science, and International Relations. It also organizes an International Program, ACICIS (Australian Consortium for In Country Indonesian Studies).

Link : http://fisip.umm.ac.id/home.php?lang=id

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dalam Islam


Kerangka pemikiran Islam merupakan pandangan yang komprehensif tentang kehidupan dan alam semesta. Seorang Muslim yang daripadanya yang diperlukan untuk memperoleh baik agama dan pengetahuan duniawi, bahkan, Islam menganjurkan pengetahuan pada saat seluruh dunia sedang dilanda kebodohan. Dalam hitungan tahun generasi awal umat Islam menjadi orang terpelajar dan halus, untuk Islam terbangun di dalamnya fakultas intelek. Orang-orang Muslim awal memahami dari ajaran agama mereka bahwa pengetahuan yang berguna diperlukan untuk kepentingan diri dan kemanusiaan. Oleh karena itu, mereka mengejarnya sedemikian rupa bahwa mereka melampaui negara-negara lain dalam pengembangan dan produktivitas dan membawa obor peradaban selama berabad-abad.

Sejarah Islam penuh dengan contoh-contoh kecerdikan ilmiah dan budaya. Muslim mewarisi pengetahuan tentang negara yang datang sebelum mereka, mengembangkannya dan menempatkannya dalam konteks kerangka moral yang tepat. Pendidikan Muslim membuat kontribusi penting untuk pengayaan dan kemajuan peradaban manusia.

Sementara Eropa masih dalam abad kegelapan, kaum Muslim sedang membuat kemajuan besar dalam bidang kedokteran, matematika, fisika, astronomi, geografi, arsitektur, sastra, dan sejarah dokumentasi untuk menyebutkan tapi beberapa. Banyak prosedur baru yang penting ditransmisikan ke Eropa abad pertengahan dari wilayah muslim, seperti angka Arab dengan prinsip nol penting untuk kemajuan matematika dan penggunaan aljabar. Instrumen canggih, termasuk astrolabe dan kuadran, serta peta navigasi yang baik, pertama kali dikembangkan oleh umat Islam. Hanya setelah orang kehilangan pandangan keyakinan agama mereka dan kewajiban melakukan prestasi ilmiah dari gencatan dunia Muslim dan jatuh ke dalam ketidakjelasan.

Demikian pula, Islam tidak sekarang menentang penemuan modern yang bermanfaat bagi umat manusia. Cukuplah bahwa mereka digunakan dalam nama Allah dan untuk tujuan-Nya. Pada kenyataannya, mesin, instrumen dan perangkat tidak memiliki agama atau tanah air. Mereka dapat digunakan untuk tujuan baik atau buruk, dan cara mereka digunakan dapat mempengaruhi banyak penduduk bumi. Bahkan sesuatu yang sederhana begitu sederhana seperti kaca dapat diisi baik dengan minuman bergizi atau dengan racun. Televisi dapat memberikan pendidikan atau imoralitas. Terserah kepada pengguna untuk memutuskan, dan seorang muslim diperintahkan untuk membuat baik penggunaan semua sarana yang dimilikinya saat sedang dilarang menyebabkan kerugian bagi dirinya maupun orang lain. Kegagalan untuk menggunakan cara yang benar terhadap manfaat adalah, pada dasarnya, depresiasi ajaran Islam.

Sebuah pemerintahan yang benar-benar Islam diperlukan untuk yang terbaik dari kemampuannya untuk menyediakan semua sarana yang mempromosikan pendidikan yang memadai bagi warganya. Pendidikan adalah hak bagi semua individu dan individu cerdas dan terampil dalam masyarakat Islam diwajibkan untuk mendidik diri mereka sendiri tidak hanya dalam dasar-dasar agama mereka tetapi dalam urusan duniawi diperlukan. Selanjutnya, diwajibkan atas memenuhi syarat orang untuk mempelajari setiap bidang pengetahuan yang bermanfaat. Sebagai contoh, karena pernah masyarakat membutuhkan dokter, itu menjadi wajib bagi sebagian orang untuk masuk ke bidang kedokteran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.